aku dan bell’s palsy

baru kmrn ak terkena bell’s palsy. atau kl dalam bahasa indonesia wajah lumpuh separu.dalam kasusku aku terkena di bagian sisi kiri wajah. hal ituberawal hari selasa (sekitar 2 hari yang lalu), aku merasa di bagian pipi kiri dalamku agak tidak enak, ketika aku tanya kakaku, dia menjawab, “mungkin itu sariawan, aku juga pernah mengalami hal yang sama”. aku pun mengerti penjelasan kakak, kemudian aku merasa lidahku aneh, dan bagian bawah telinga kiriku aneh. tapi aku diam saja. keesokan harinya aku masih,menjalani aktifitasku sebagai guru seperti biasa.ketika jam istirahat, aku curhat pada 2 orang teman guru yang satu sudah berumur hampir enam puluh tahun, yang satunya lagi berusia 54 tahun. mereka juga berkata, mungkin itu sariawan, banyak2lah minum vit c. lalu akupun mengajar seperti biasanya. tapi bagian telingaku semakin sakit, bahkan rasanya berdengung, aku sungguh merasa tersiksa. lalu ketika pulang ke rumah tanya lagi pada kakaku.apa dia dulu lidahnya terasa aneh, atau bagian kepala dekat telinganya nyeri? dia menjawab, aku dulu  tidak seperti itu. lalu aku minta adiku untuk mengeroki punggungku. setelah itu aku tidur, lalu pada sore hari seorang tukang jamu memanggilku untuk menawarkan jamunya, aku tyergopoh2 bangun, tapi wajahku terasa tidak enak. tukang jamu itu bertanya, apa kamu sedang sakit? aku menjawab, apa kelihatan bu? dia menjawab, tidak, apa kamu sakit gigi? jawabku, tidAK bu. betapa kagetnya ketika aku bercermin, rasanya mata sebelah kiriku tidak bisa berkedip, dan bagian kiri wajahku terasa aneh. aku langsung memanggil kakaku dan bertanya2 tentang wajahku. lalu kami berdua segera pergi ke dokter. dokter mengetes aku dengan menyuruh memejamkan mata. lalu aku ditanya2, apa kalau tidur suka menggunakan ase/kipas angin? aku jawab tidak. lalu dia menyuruhku berbaring, memeriksa tekanan darahku dan menyuruhku memejamkan mata lalu memegang2 masa kiriku, dokter juga menyuruhku menyimpan udara menggunakan mulut lalu dia menekannya. ternyata mulutku tidak bisa menyimpan udara. lalu dia bertanya, kesini sama siapa? aku jawab, kakaku dok. lalu dia menyuruh kakaku masuk, dia memberiku obat dan mengatakan bahwa aku menderita bell’s palsy. dia mengatakan bahwa aku harus beristirahat dirumah selama 3 hari dan besok aku harus menjalani fisioterapi di puskesmas. keesokan harinya aku langsung menjalani fisioterapi, mulai dari penyinaran dan sengatan listrik aku juga diajari terapi2 wajah, mulai dali memijat alis, memijat pipi, dan memijat bibir hingga mata. kembali ke rumah aku langsung browsing2 tentang penyakit ini dan beginilah salah satu

BELL’S PALSY MENGANCAM SEMUA ORANG

 

Nama penyakit ini belum diketahui oleh kebanyakan orang. Sir Charles Bell,  adalah seorang ahli bedah Skotlandia yang pertama kali menemukan penyakit ini pada abad 19. Penyakit ini menimbulkan derajat keluhan klinis yang beragam seperti wajah yang tidak simetris, kelopak mata yang tidak dapat menutup sempurna, gangguan pengecapan serta sensasi mati rasa (baal/kebas) pada salah satu sisi wajah. Pada beberapa kasus dapat disertai adanya hiperakusis (sensasi pendengaran yang berlebihan), telinga berdenging, nyeri kepala dan perasaan melayang. Keluhan tersebut terjadi mendadak dan mencapai puncaknya dalam 2 hari. Keluhan yang terjadi diawali oleh nyeri pada telinga yang seringkali dianggap sebagai infeksi.

Berbeda dengan serangan stroke, pada Bell’s Palsy tidak disertai dengan kelemahan anggota gerak. Hal ini disebabkan oleh letak kerusakan saraf yang berbeda. Pada stroke disebabkan oleh rusaknya bagian otak yang mengatur pergerakan salah satu sisi tubuh, termasuk wajah. Sedangkan pada Bell’s Palsy, kerusakan terjadi langsung pada saraf yang mengurus persarafan wajah. Saraf fasialis adalah serabut saraf yang mengurus bagian wajah dan merupakan bagian dari 12 pasang saraf otak. Saraf ini berasal dari bagian batang otak yang disebut pons. Dalam perjalanannya menuju kelenjar parotis, saraf fasialis ini harus melalui suatu lubang sempit dalam tulang tengkorak yang disebut kanalis Falopia. Setelah mencapai kelenjar parotis, saraf fasialis ini akan bercabang menjadi ribuan serabut saraf yang lebih kecil yang mempersarafi daerah wajah, leher, kelenjar liur, kelenjar air mata, 60% bagian depan lidah dan sebagian telinga.

Bell’s Palsy dapat terjadi pada pria atau wanita segala usia dan disebabkan oleh kerusakan saraf fasialis yang disebabkan oleh radang, penekanan atau pembengkakan. Penyebab kerusakan ini tidak diketahui dengan pasti, kendati demikian para ahli meyakini infeksi virus “Herpes Simpleks” sebagai penyebabnya. Sehingga terjadi proses radang dan pembengkakan saraf. Pada kasus yang ringan, kerusakan yang terjadi hanya pada selubung saraf saja sehingga proses penyembuhannya lebih cepat, sedangkan pada kasus yang lebih berat dapat terjadi jeratan pada kanalis falopia yang dapat menyebabkan kerusakan permanen serabut saraf.



Bagaimana Agar Tak Terkena Bell’s Palsy?

  1. Banyak sumber menyarankan agar menghindari stress fisik dan lingkungan. Stress fisik adalah kelelahan organ tubuh yang melampaui batas daya tahan dan stress lingkungan bisa berupa hembusan udara dingin. 
  2. Angin yang masuk ke tengkorak membuat saraf di sekitar wajah sembab lalu membesar. Pembengkakan saraf nomor tujuh itu mengakibatkan pasokan darah ke sel saraf tersebut terhenti, yang menyebabkan kematian sel, yang akhirnya mengganggu hantaran saraf impuls. 
  3. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah Bell’s Palsy seperti saran dokter saraf:
  4. Saat berkendaraan motor,  gunakan helm penutup wajah penuh atau rapat untuk mencegah angin mengenai wajah. Jangan ada angin yang menampar-nampar wajah.
  5. Jangan biarkan kipas angin menerpa wajah secara langsung bila terpaksa tidur dengan menyalakan kipas angin. Upayakan tidak tepat berada di bawah kipas angin yang di pasang di langit-langit kamar, selalu gunakan kecepatan rendah saat kipas angin di jalankan.
  6. Jangan langsung mandi atau mencuci wajah dengan air dingin setelah berolah raga berat, tidak baik untuk kesehatan jantung dan kulit saraf. Bila sering lembur atau pulang larut malam jangan mandi dengan air dingin.
  7. Saat menjalani pengobatan, jangan biarkan wajah terkena angin langsung. Tutupi wajah dengan kain atau penutup. Jangan memikirkan pandangan aneh orang-orang sekitar, pertimbangkan biasay yang dikeluarkan untuk pengobatan.
  8. Percayai dokter yang memberi Anda terapi dan berdo’a adalah kunci menuju kesembuhan bila Anda sudah terkena Bells’ Palsy.
  9. Terapi yang segera diberikan akan mempercepat kesembuhan kelumpuhan, hanya harus sabar mengikuti saran pengobatan oleh dokter.
  10. Bell’s Palsy tidak menyerang semua orang, yang rentan terserang Bell’s Palsy:  
  • Wanita hamil berpotensi tiga kali lebih mudah terkena Bell’s Palsy dibandinga wanita tidak hamil.
  • Penderita diabetes, perokok dan pengguna obat-obatan sejenis seteroid berpotensi empat kali lebih mudah terserang daripada orang biasa.

ada berbagai versi tentang penyakit ini, ada yang bilang tidak usah menjalani fisio terapi atau pemijatan karena bisa merusak struktur wajah, ada yang bilang fisioterapi baik untuk kesembuhan ada yang kena penyakit ini sudah bertahun2.. ya ALLAH ternyata sehat itu sangat menyenagkan. hanya karena satu syaraf saja tubuhku tidak bisa beraktifitas dengan baik.aku baru 2 hari aku menderita penyakit ini, mudah2an cepat sem,buh. karena aku harus beraktifitas, mengajar murid2ku yang pada tgl 12 juni akan mengikuti tes kenaikan kelas. kasihan kalau mereka aku tinggal istirahat di rumah.temen2 atau reader yang membaca, tolong doakan aku ya supaya aku lekas sembuh, bagi yang sudah pernah menderita atau ada pengalaman tentang penyakit ini baik teman atau saudara tolong beritahu aku, bagi pengalaman kalian tentang penyakit ini. terimakasih…….

About cassiopeiajj

i luph tvxq both of homin jyj....
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

2 Balasan ke aku dan bell’s palsy

  1. Undangan: Membaca kisah Ibu, saya juga guru yang sedang pengobatan bells palsy. berkenankah Ibu bergabung dan share di grup facebook: https://www.facebook.com/groups/belpasiindonesia/
    Ibu juga bisa memberikan motivasi dan informasi pengobatan yang dilakukan. terim akasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s